Senin, 06 April 2009

KEKOSONGAN HATI,Ubahlah dengan Management Diri…….


  • Ketika kegundahan menerpa hati, ku tak pernah tahu apa yang terjadi padaku. Hati ini resah, gundah, hampa ,dan kosong. Ingin rasanya menjerit menumpahkan kegalutan di jiwa. Tapi ku tak tahu apa yang mesti kutumpahkan, isi perutkah atau lemak yang membludak dalam lipatan kulitku. Inilah efek dari kegemukanku, yang terkadang membuat aku merasa kecil dan begitu hina di mata orang lain. Tapi kenapa aku mesti mengeluh, merintih, dan menangisi sebuah karunia Tuhan,sebuah karunia yang begitu indah nan mempesona, hanya saja keindahan itu tercipta dalam ruang yang berbeda.
  • Ketika kakiku melangkah dalam ayunan yang berat akibat bobotku yang sudah berlebih membuatku berpikir alangkah senangnya orang yang berbadan proporsional nan rupawan yang dapat melangkah indah dan menikmati dunia ini dengan penuh kemerdekaan. Kapan ya aku bakal langsing seperti itu?Itulah hal yang selalu muncul ketika melihat orang-orang sekitarku begitu sempurna, dalam hal ini jelas spesifik dari segi fisik semata. Memang benar kata orang jawa “ndeleng sukete wong lia katon seger”, yah begitulah, ketika kita melihat orang lain secara kasat mata, maka begitu indah dipandang, tapi bagi yang merasakannya, siapa tahu!!!!
  • Tak hengkang dari masalah awalku, kekosongan jiwa yang smakin terasa membuatku tak tahu jati diriku, kemana aku harus melangkah, bagaimana aku harus berpijak, dan dari manakah aku harus memulai. Setiap pori dalam kulitku serasa termasuki oleh virus kekosongan, seabrek kegiatan kulakukan tapi serasa tiada guna, ketika mata ini terbuka, pikiran ini justru merana, ketika telinga ini mendengar, jiwa ini justru bergetar, takut akan bayangan masa depan.
  • Kenapa mesti takut, toh waktu tak akan berjalan mundur, satu sisi batinku yang selalu berkonfrontasi adu argument dalam ruang dimensi jiwaku. Yah benar waktu tak akan mampu diputar ulang, kita hanya mampumengenang sejuta memori manis pahit di masa yang telah trelampaui. Setiap detik kemalasan yang tlah kulalui dan berjuta momen kesempatan yang tak pernah kulewati. Mungkin itulah penyesalanku hari, berpuluh ribu waktu yang kubuang sia-sia entah kemana, belum lagi ditambah dengan waktu yang kulakukan untuk berbuat di jalan yang bengkok.
  • Kekosongan hati yang kian menderaku beberapa hari ini membuatku berpikir, apa yang kulakuka selama ini?belajar di sekolah, apa yang telah ku telaah..tidak ada..berprestasi dalam kegiatan atau perlombaan..itu cma khayalan..menjadi muslimah yang kaffah dan solekhah..apalagi, kaya’nya g’ masuk nominasi….jadi, apa yang tlah ku lakukan selama ini?????????
  • Segudang pertanyaan yang masih memiliki jawaban misteri menuntunku untuk mengubah duniaku, mengubah jalanku yang kian membengkok saja. Aku harus mulai dari mana? Kayaknya aku harus mulai membenahi managemen waktuku yang kacau dan peta hidup yang jelas. Yah kukira selama ini aku tak punya tujuan hidup yang konkret dan aku juga tak punya visi yang real.. Ya, aku harus mulai dari sekarang, mencari kelebihanku, maesti kayaknya tertutup rapat oleh kelemahanku yan begitu banyak.
  • Aku g’perlu ragu dan malu atas semua kekuranganku baik secara fisik ataupun daya pikirku yang pas-pasan, toh setiap mata uang punya dua sisi, begitu juga dengan diriku yang kuyakini pasti punya iner beauty dan segudang potensi. Tapi masih dalam rahasia Ilahi. Yang penting aku tahu apa kelemahanku, dan aku akan berusaha memperbaikinya. Dan seiring berjalannya waktu , aku akan menemukan kelebihanku, dan semoga aku dapat mengembangkannya. Yakinlah kita bisa jika kita mau….
  • Satu hal mendasar yang harus ku formasi ulang adalah tentang keimananku pada sang Khaliq, yang masih jauh dari kesempurnaaa, setidaknya ku harus lebih mengenal_Nya dan mampu menyeimbangkan kehidupanku di dunia maupun di akhirat nanti. Ku yakin sumber dari kegalauanku adalh ketidakmampuanku mendekat dan curhat padaMu ya Allah, dank u juga yakin sumber pencerhan dalam hidupku adalah Engkau ya Rabb.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar